Diamnya seorang lelaki
Tatakala rudal rudal ke udara
tiba tiba kau lontarkan satu rudal ke arahku, cuma rudalmu tak sekuat lran, namun ia bisa menggegarkan arasyi, demikian diberitahu sang Nabi, permohonan meroboh sebuah masjid biasa mengggoncang Arashy, tempat bersemayam agong segala agong, sementara kau pinta bubar saja terkait emosi seorang wanita hanya di alam Maya.
Kupinta fikirkanlah sehabis baik, tiada faedah menyimpan dendam, amarah atau apa saja di waktu senja,
kuminta sabarlah seketika sehingga perang mereda, emosimu juga pasti pasrah kerana itu hanya halusinasi bayangan dalam igauan.
Kauseharusnya lebih terbuka ,saat emosi di hujung jari tiada apa perlu dirisau
atas pentas bayangan.
Kembalilah kepada normalisasi bukan emosi berdepan lelaki kadang lebih banyak diam mengelak perpecahan, Dan saat ia tak mahu bicara, itu tanda kebosanan melanda atas hal hal kecil yang diperbesar.
Diamnya lelaki mengundang seribu erti.
Ibnulazim
30.3.2026
No comments:
Post a Comment