Ulasan Puisi
DIPELUK DINGIN HUJAN
hujan guyur lagi
bagai mengerti hari
rintik menari-nari
menyapa bumi kian
sunyi
kurindu dipeluk hujan
dingin tanpa beban
rintiknya jadi irama
mengiring hati sarat
cerita
kumahu dingin setia
menyapu letih
penyembuh luka
dalam alun derasnya
kutemui tenang
yang hilang sekian
lama
~Wulan Lestari
#puisiwulanlestari
Melihat Miey Hayati Dalam Hujan
Di Peluk Dingin hujan karya Miey Hayati bukanlah sebuah puisi yang sarat dengan idea-idea yang berat seperti puisi puisi penyair mapan yang berstatus Sasterawan Negara. Namun beliau berbicara tentang kehalusan perasaan seorang wanita dalam menanggapi hujan yang membasahi diri. Miey menyatakan kerinduannya bila dipeluk hujan yang dingin yang tidak membawa apa apa beban, namun rintik hujan itu menjadi irama yang mengusik hati yang sarat dengan berbagai kisah hidup.
Miey mengharapkan rintik hujan itu menyapu letih dan menyembuhkan luka yang pernah ditempuhinya dalam hidup ini. Dan dengan alunan derasnya hujan itu ia kembali menemui ketenangan yang sekian lama menghilang.
Dengan menggunakan sedikit unsur personafikasi, persamaan rima dan bahasa yang ringan sahaja Miey mampu menyampaikan mesejnya kepada audiens.
Walau puisi ini ringan sahaja, namun Miey dapat menyampaikan rasa hatinya melalui puisi ini. Semoga Miey melahirkan lebih banyak puisi yang memaparkan isi hati seorang pemuisi dan memenuhi ruang kosong yang ditinggalkan oleh penyair penyair wanita mapan yang sudah kurang aktif berpuisi.
Ibnulazim,
9.2.2025.
#pemuisiberkarya
#pemuisinasional
No comments:
Post a Comment