Saturday, February 22, 2025

Ulasan Puisi Miey Hayati

 Ulasan Puisi


DIPELUK DINGIN HUJAN


hujan guyur lagi

bagai mengerti hari

rintik menari-nari

menyapa bumi kian

sunyi


kurindu dipeluk hujan

dingin tanpa beban 

rintiknya jadi irama

mengiring hati sarat

cerita


kumahu dingin setia

menyapu letih

penyembuh luka

dalam alun derasnya

kutemui tenang

yang hilang sekian

lama


~Wulan Lestari

#puisiwulanlestari


Melihat Miey Hayati Dalam Hujan


Di Peluk Dingin hujan karya Miey Hayati bukanlah sebuah puisi yang sarat dengan idea-idea yang berat seperti puisi puisi penyair mapan yang berstatus Sasterawan Negara. Namun beliau berbicara tentang kehalusan perasaan seorang wanita dalam menanggapi hujan yang membasahi diri. Miey menyatakan kerinduannya bila dipeluk hujan yang dingin yang tidak membawa apa apa beban, namun rintik hujan itu menjadi irama yang mengusik hati yang sarat dengan berbagai kisah hidup.


Miey mengharapkan rintik hujan itu menyapu letih dan menyembuhkan luka yang pernah ditempuhinya dalam hidup ini. Dan dengan alunan derasnya hujan itu ia kembali menemui ketenangan yang sekian lama menghilang.


Dengan menggunakan sedikit unsur personafikasi, persamaan rima dan bahasa yang ringan sahaja Miey mampu menyampaikan mesejnya kepada audiens.


Walau puisi ini ringan sahaja, namun Miey dapat menyampaikan rasa hatinya melalui puisi ini. Semoga Miey melahirkan lebih banyak puisi yang memaparkan isi hati seorang pemuisi dan memenuhi ruang kosong yang ditinggalkan oleh penyair penyair wanita mapan yang sudah kurang aktif berpuisi.


Ibnulazim, 

9.2.2025.

#pemuisiberkarya

#pemuisinasional

No comments:

Post a Comment